Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK-K

Berpacu menjadi yang terbaik

ANTIBIOTIKA DIJUAL BEBAS, PASIEN BERTANYA

diposting oleh kuntaman-fk pada 12 October 2011
di Umum - 1 komentar

Kita ketahui bahwa penyakit infeksi masih menajdi hal yang rutin ditemui di lapangan. Penyakit infeksi ada yang ringan dan ada yang ebrat. Bagi penderita infeksi ringan kadang berobat ke dokter, namun kadang mengobati sendiri, bahkan membeli antibiotika sendiri, sesuai apa yang mereka ketahui. Hal ini sangat banyak terjadi.

Keadaan yang terjadi adalah Hukum Dagang, dimana ada kebutuhan disitu ada yang melayani, dan di sinilah bagai lingkaran setan, masyarakat membutuhkan antibiotika sesuai dengan pemahamannya, dan penjual obat menjual obat/antibiotika sesuai pengetahuan dan kebutuhannya, yakni berdagang.

Telah diketahui bahwa banyaknya penggunaan antibiotika akan berdampak meningkatnya mikroba resisten, dan suatu saat jika menginfeksi orang lain, maka akan makin sulit mencari obatnya, dan bahkan makin mahal. Seorang anggota masyarakat yang menderita sakit, membeli antibiotika untuk kesembuhan dirinya, tidak berpikir bahwa dampak mikroba resisten bisa merugikan orang lain. SALAHKAH MEREKA??

Di sinilah peran kita para petugas kesehatan memberi penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya antibiotika. Sejauh diperlukan, antibiotika bisa dipergunakan, dengan ukuran yang telah ditetapkan. Yang menjadi masalah adalah siapa yang bisa mengatakan bahwa antibiotika dibutuhkan??

Di Negara maju, seorang penderita yang akan diberi antibiotika oleh seorang Dokter, justru mereka yang bertanya, mengapa diberikan antibiotika, apa harus minum antibiotika, kalau tdak minum antibiotika apakah penyakit saya tidak bisa sembuh?. Hal ini merupakan bentuk kontrol sosial di bidang kesehatan.

Kiranya strategi bagaimana seorangan penderita atau masyarakat bisa bertanya seperti kejadian di atas merupakan External control di bidang pelayanan kesehatan di Indonesia.

Saudaraku, para masyarakat dan penderita diduga penyakit infeksi silahkan mencoba bertanya seperti di atas.

1 Komentar

hamidah

pada : 19 December 2011


"kebalikannya di sini dok, orang2 (pasien)selalu tanya pada dokternya: dok saya kok nggak disuntik??
atau dok apakah saya tidak diberi antibiotik?? menurut dokter mengapa masyarakat kita seperti itu?? mohon pencerahan "


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :