Prof. Dr. Kuntaman, dr., MS., Sp.MK-K

Berpacu menjadi yang terbaik

Mengapa bakteri menjadi resisten terhadap antibiotika

diposting oleh kuntaman-fk pada 30 December 2016
di Umum - 0 komentar

Bakteri resisten pada saat ini menjadi topik pembahasan di dunia, termasuk di negeri Paman Sam. Pada saat ini. WHO menyatakan pada tahun 2013, sebanyak 700 ribu kematian per tahun akibat mikroba resisten dan diperkirakan 10 juta kematian akibat mikroba resisten pada tahun 2050, sedangkan kematian akibat kanker pada tahun 2050 sebesar 8,2 juta, sedangkan akibat diabetes melitus sebesar 1,5 juta. Begitu pentingnya permasalahan mikroba resisten.

Pada saat ini Ketua KPRA (Komite Penanggulangan Resisten Antimikroba), Hari Paraton,  sedang merancang dan mengimplementasikan program penanggulangan mikroba resisten di seluruh Indonesia, yang merupakan program dari Kementerian Kesehatan.

Pada kesempatan ini kami hanya menyampaikan satu hal, mengapa mikroba menjadi resisten. Ada banyakmpenyebab mikroba menjadi resisten, namun yang terpenting adalah akibat banyaknya penggunaan antibiotika untuk berbagai keperluan, meliputi terapi penyakit infeksi pada manusia atau hewan, sebagai pencegahan pada berbagai operasi kedokteran, dan tidak kalah penting adalah penggunaan antibiotika sebagai perangsang pertumbuhan pada peternakan. Data di penggunaan antibiotika untuk pengobatan di rumah sakit. Hasl penelitian Usman Hadi (Optimizing antibiotic usage in adults admitted with fever by a multifaceted intervention in an Indonesian governmental hospital, Tropical Medicine and International Health doi:10.1111/j.1365-3156.2008.02080.xvolume 13 no 7 pp 888–899 july 2008) menunjukkan bahwa hanya 21% antibiotika yang diberikan pada pengobatan adalah tepat sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa terapi yang belum bijak/rasional masih tinggi. Hal inilah salah satu penyebab meningkatnya mikroba resisten.

Bagaimana penggunaan antibiotika yang berlebihan bisa menyebabkan peningkatan resisten?. Telah diketahui bahwa secara alami, setiap 1 milyard sampai satu triliun bakteri selalu mengalami mutasi setiap saat, dimana mutasi tersebut bersifat perubahan sensitif menjadi resisten terhadap salah satu antibiotika. Mengapa ini bisa terjadi??. Ini kekuasaan alam dan suratan dari Sang Pencipta, yang dalam bahasa ilmiah disebur ERROR (kesalahan). Benarkah alam memiliki kesalahan?? Hal ini ternyata ada rahasia alam yang lain. Hasil kajian saya, jika ERROR tersebut tidak terjadi, justru terjadi pemusnaham alam. Mengapa bisa begitu?? Saya tidak akan menjelaskan hal ini di forum ini.  Saya hanya membahas akibat ERROR tersebut, maka setiap penggunaan antibiotika pada pengobatan, akan beresiko membunuh bakteri yang tidak mutasi/ERROR tersebut, namun membiarkan bakteri yang mutasi/ERROR untuk terus berkembang bisk. Dan kalau hal ini terjadi terus menerus, makan tubuh kita akan dipenuhi oleh bakteri EORROR yang kita kenal dengan bakteri resisten. Jika terjadi gangguan sistem pertahanan tubuh manusia, maka bakteri resisten tersbeut mengakibatkan penyakit infeksi. Makin banyak penggunaan anitbiotika, makin banyak pula mikroba resisten yang berkembang, dan kita semua akan kehilangan senjata untuk mengatasi penyakit infeksi.

Demikian sementara yang kami sampaikan diwaktu senggang tersebut, semoga bisa mengingatkan kita seberapa bahayanya penggunaan antibiotika yang tidak rasional atau tidak bijak, atau dalam bahasa WHO  disebutkan tidak bertanggung-jawab.

Selamat tahun baru 2017, mari kita gerakkan biasa mengkonsumsi antibiotika secara tepat, rasional, bijak dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :